Rabu, 30 Oktober 2013

Masa kecil itu layak untuk dikenang

Malam itu aku sedang asyik menikmati dinner bareng keluarga, seketika kudengar ramai dan berisik tepat didepan rumah. Aku tengok dari dalam rumah, kubuka tirai jendela dan kulihat sumber suara itu. Ternyata hanya anak-anak kecil yang sibuk bermain di rumah tetanggaku, ya itu mengingatkanku pada sekitar 9 tahun silam. Aku kecil yang hobi banget maen sama para cowok yang sekarang mungkin mereka sudah melupakan kejadian itu. Maklum, dari seusia mereka memang aku satu-satunya cewek di sini. Aku juga manusia normal yang ingin menikmati masa kecilku, mau tidak mau aku ya harus bergabung main bersama mereka.
Mulai dari main kelereng, patelele, tamagochi, banteng-bantengan dan catur. Bukan berarti aku tidak pernah merasakan permainan cewek, semenjak ada tetangga baru dan dia cewek seusiaku tapi lebih muda, aku juga sering banget main sama dia main bekel, lompat tali, dolip-dolipan terus apa lagi entahlah lupa. Aku mulai mengingat-ingat lagi teman-teman kecilku dulu kemana semua saat ini, rasanyaa semua itu berubah sejak kita sama-sama menginjak remaja. Apalagi sejak salah satu temanku yang berinisial "I" ini pindah rumah dan hingga sekarang aku tak tahu dia dimana, bahkan dari cerita para orang-orang tua dulu, aku sering ngaku-ngaku kalau pacarnya "I" lucu banget kalau membayangkan hal itu, dia memang akrab banget sama aku, tetangga depan rumah malah, tapi sekarang aku masih berharap bisa bertemu dengannya. Selain dia ada jga yang inisialnya itu "A" dia masih tetanggaku sih sampai sekarang, tapi rasanya bertemupun jarang bahkan kita mungkin sudah sama-sama sibuk denga dunia masing-masing, tanya-tanya kabar aja harus melalui kakakku yang sering ngobrol dengannya. Kalau aku dan dia mah rasanya sungkan kalau saling sapa :)
Ya, mereka berdua itu yang paling akrab denganku kurasa dan masih ada lagi sekitar 3 anak lagi mungkin, dan aku ingat banget ketika ada lomba catur di kampung, si A itu jagoo banget caturnya, entahlah demi apa aku bisa lawan dia di final, alhasil aku kalah tapi tetep jadi juara 3, dia juara 2 dan kakakku juara 1. Itu berkesan banget bagiku, satu-satunya peserta cewek dan bisa menang, alhamdulillah.
Lamunanku yang cukup lama tersadar setelah terasa lemparan pelan dikakiku "sandal jepit?"batinku. Oh shitt, kakak yang melemparnya padaku, ku balas lempar sandal balik dan aku pun kembali dalam dunia nyataku, dunia remajaku bukan lagi dunia anak-anak. Tetapi, bagiku masa yang paling indah dan pantas untuk dikenang adalah masa kecil bahagia. Sekian :)

~Princess~

0 komentar:

Poskan Komentar